<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886</id><updated>2011-04-22T08:22:16.683+07:00</updated><title type='text'>Dion Cecep Supriadi</title><subtitle type='html'>Masa muda adalah masa pembentukan fondasi dalam setiap gerak langkah seseorang menuju masa depannya. Apabila fondasi ini kukuh dan mengikuti jalan yang telah digariskan Rasulullah Saw., niscaya ia akan terhindar dari lembah kenistaan dan kehancuran. Lebih dari itu, cita-cita pun akan tercapai dan generasi harapan agama, bangsa, dan negara akan terwujud.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-115052456786004264</id><published>2006-06-17T13:00:00.000+07:00</published><updated>2006-06-17T13:09:28.203+07:00</updated><title type='text'>Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: justify;"&gt;Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(An Nuur : 26).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(An Nuur: 32)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1] &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(Ar Ruum : 21)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(Al Mu’min : 60)&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;6. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(Al Baqarah : 153)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;/span&gt;Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;7. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(Alam Nasyrah : 5 – 6)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(Muhammad : 7)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;9. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Al Hajj : 40) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;10. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(Al Baqarah : 214) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahu 'alam bish showab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-115052456786004264?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/115052456786004264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=115052456786004264' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/115052456786004264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/115052456786004264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/06/janji-allah-bagi-orang-yang-akan.html' title='Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-115009510567564800</id><published>2006-06-12T13:47:00.000+07:00</published><updated>2006-06-12T14:05:02.226+07:00</updated><title type='text'>Menikah Hidup Lebih Sehat</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang pemuda yang baru saja menikah diitanya oleh rekannya:"Bagaimana rasanya nikah?" Jawab pemuda itu: "Wah payah, enaknya cuma 5 persen!" Rekannya bertanya lagi penasaran: "Ah masak sih?". "Iya, yang 95 persennya, enak banget!" Jawab pemuda itu sambil tersenyum lebar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ungkapan tersebut, kendati cuma guyonan tapi mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Dalam sebuah acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta, seorang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;nara&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sumber yang menjadi pengasuh sebuah pesantren di daerah Jawa Barat menceritakan perkawinan salah satu santrinya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Saya jadi bingung, kenapa santri saya yang baru nikah dilaporkan hampir setiap hari pingsan. Apakah karena kesehatannya yang menurun atau ada hal lain. Lalu, ketika saya berkesempatan langsung menanyakan apa sebabnya. Santri itu bukannya menjawab, malah tersenyum malu," katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja, pengasuh ponpes itu sudah mahfum dengani senyum malu tersebut. Pingsan yang dimaksud itu bukan lantaran fisik atau kesehatannya yang lemah, justru sebaliknya. Lebih tegap dan sehat. Hanya saja, mereka masih hijau saat merumput dalam dunia lain yang belum pernah dialami sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di samping itu, kehidupan perkawinan, ternyata, membawa pengaruh baik pada kesehatan. Pria atau wanita yang telah menikah lebih sedikit yang merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan menjadi lebih rajin berolahraga, dibandingkan pria atau wanita yang belum menikah atau berpisah dari pasangan. Mereka juga lebih jarang mengalami sakit kepala atau stres. Demikian yang terlihat dari laporan hasil pusat statistik kesehatan di Amerika Serikat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Walaupun pria yang menikah mempunyai kesehatan yang baik, tapi mereka cenderung lebih gemuk setelah menikah. Pria yang tidak menikah, jarang yang mengalami masalah kegemukan ini. Mengapa ini terjadi? &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ahli statistik masih belum mampu menjawabnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk masalah merokok, pria menikah dan tidak menikah memiliki perbedaan nyata. Hanya separuh dari pria menikah yang menjadi perokok dibanding para pria yang telah bercerai atau pria yang belum menikah. Mereka yang hidup bersama tanpa menikah, juga lebih sering yang mengalami masalah kesehatan dibanding dengan mereka yang menikah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hasil ini diperoleh dari wawancara terhadap 125.545 orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas. 58,2% diantaranya telah menikah, 10,4% telah bercerai atau berpisah dengan pasangannya, 6,6% adalah janda, 5,7% hidup dengan pasangannya dan 19% belum pernah menikah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kelihatannya, pria atau wanita yang berada dalam wadah perkawinan akan merasa mendapat lebih perlindungan dan dukungan dalam hal sosial, ekonomi, psikologis dan juga dalam pola hidup sehat. Mereka yang menikah akan merasa aman dan lebih mantap dalam menjalani hidupnya. Sehingga mereka menjadi lebih sehat dibanding dengan pria-wanita yang tidak menikah, berpisah atau bercerai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pernikahan memang fitrah manusia, untuk menyalurkan hasrat biologis secara syah dan bermartabat. Bukan dengan cara sembarang yang justru bisa mengundang berbagai penyakit kelamin. Seminar-seminar yang mengangkat tajuk tentang bahayanya virus HIV/AIDS mengakui bahwa pernikahan merupakan satu-satunya jalan keluar yang paling aman dan sukses untuk mencegah penyakit yang belum ada obatnya itu ketimbang hanya menyarankan dengan penggunaan kondom.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Secara alami, syahwat bisa disalurkan dengan baik dengan pasangannya, tidak hanya bisa meningkatkan rasa cinta antara suami istri, tapi juga, keharmonisan rumah tanggapun turut terjaga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam suatu riset di Amerika, ditemukan pula, bahwa, pasangan yang telah menikah, hidupnya lebih teratur, terbebas dari rasa ketakutan dari penularan penyakit kelamin yang pernah menyerang remaja dan pria atau wanita dewasa yang lebih suka hidup tanpa ikatan perkawinan. Hidup yang teratur itu yang menyebabkan hidup mereka lebih baik dalam tatanan dan kesehatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika pun ada perbedaan pendapat, itu wajar terjadi. Karena, kedua pasangan berasal keluarga, pendidikan, umur, etnis dan segalanya sesuatu yang berbeda, pasti akan memicu perbedaan. Namun, rumah tangga yang sehat, akan menjadikan perbedaan itu sebagai nuansa penambah wawasan. Dan, bukan sebagai penyebab perpecahan.&lt;br /&gt;Dalam perspektif kejiwaan, menikah dan membangun rumah tangga yang tentram, bahagia dan penuh cinta itu sama seperti layaknya membangun rumah yang proses pembangunannya mesti dikerjakan secara berurutan, dan menempatkan bagian-bagian rumah tersebut secara tepat dan harmonis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai fondasinya adalah saling pecaya. Kemudian, di atas fondasi itu dibangun pilar-pilar atau tiang-tiang utama yang berupa sifat kepemimpinan suami. Tegak atau condongnya pilar kepemimpinan ini akan mempengaruhi tegak atau condongnya bangunan yang nantinya akan berdiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, di atas fondasi yang sama dan bersandar pada tiang-tiang utama tadi, dibangunlah dinding yang berfungsi sebagai pembentuk bangunan tadi, pembatas dari area luar dan penyekat antara ruangan. Cantik atau tidaknya bangunan, tergantung dari penempatan dan pengaturan dinding tadi. Dinding ini adalah sifat iman seorang isteri.&lt;br /&gt;Pada dinding tadi, dibuat pula jendela yang berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya cahaya matahari dan udara segar. Makin baik jendela tadi berfungsi, tentu makin lancar pula sirkulasi cahaya dan udara segar. Jendela inilah tunduk dan taatnya isteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada dinding itu pula tentu dibuat pintu, yang berfungsi sebagai tempat lalu lalangnya orang-orang yang keluar masuk rumah. Pada saat-saat tertentu pintu itu dibuka, dan di saat-saat tertentu ditutup. Inilah fungsi mampu menjaga dari seorang isteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tetapi walaupun itu semua telah dibuat dan ditegakkan, belumlah bangunan tadi disebut rumah. Sebab ia membutuhkan atap sebagai pelindung dari panas maupun hujan. Ketika panas, ia berfungsi sebagai peneduh dan penyejuk. Ketika hujan ia berfungsi sebagai pemayung dan penghangat. Tentunya, bersandar kepada Tuhan dan mengikuti ajarannya.&lt;br /&gt;Manakala setiap pasangan menjalankan fungsi-fungsi tadi dengan baik, maka hidup tidak hanya menjadi lebih sehat. Tapi, juga, rumah tangga yang penuh dengan rasa tentram, bahagia dan penuh cinta akan terwujud.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-115009510567564800?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/115009510567564800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=115009510567564800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/115009510567564800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/115009510567564800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/06/menikah-hidup-lebih-sehat.html' title='Menikah Hidup Lebih Sehat'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114930731293006543</id><published>2006-06-03T10:48:00.000+07:00</published><updated>2006-06-03T11:28:36.740+07:00</updated><title type='text'>Dijalan Mana Anda Menikah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kupeluk ia dengan sepenuh-penuh rindu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Namun terobatikah rindu setelah itu?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kukecup bibirnya demi melepaskan tuntutan gejolak hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Namun ia semakin menjadi-jadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sepertinya kegelisahan jiwa tak bisa terobati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kecuali jika kedua nyawa ini bertemu (dalam ikatan suci)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;"Ibnu Ar Rumi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dari setiap perbuatan ialah niatnya, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;"Bahwasanya semua amal itu tergantung niatnya, dan bahwasanya apa yang diperoleh oleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya..." (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt; Kalau niat anda bukan untuk beribadah kepada Allah dan untuk menegakkan syari'at Islam berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah, berhentilah membaca dan temukan dahulu niat yang tulus ikhlas tersebut !!!   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;"Tidaklah Rasulullah saw dihadapkan pada pilihan antara dua hal, kecuali beliau mengambil yang lebih mudah, asalkan bukan dosa" (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153); text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw bersabda kepada 'Ukaf bin Wada'ah Al Hilali, " Apakah engkau telah beristri wahai 'Ukaf ?" Ia menjawab, "belum", Rasul saw bersabda , " tidakkah engkau mempunyai budak perempuan ?" Jawabnya "Tidak". Sabda beliau, "bukankah engkau sehat lagi berkemampuan?" Jawab 'Ukaf, " Ya, Alhamdulillah ". Maka beliau bersabda: " Kalau begitu engkau termasuk teman setan. Karena engkau mungkin termasuk pendeta Nasrani, lantaran itu berarti engkau termasuk dalam golongan mereka. Atau mungkin engkau termasuk golongan kami, lantaran itu hendaknya engkau berbuat seperti yang menjadi kebiasaan kami, karena kebiasaan kami adalah beristri. Orang yang paling durhaka di antara kalian ialah yang membujang, dan orang mati yang paling hina diantara kamu ialah kematian bujangan . Sungguh celaka kamu wahai 'Ukaf. Oleh karena itu menikahlah !"...(HR. Ibnu Atsir dan Ibnu Hajar)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;" Barang siapa telah mempunyai kemampuan untuk menikah kemudian ia tidak menikah maka dia bukan termasuk umatku"(HR. Thabrani dan Baihaqi)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Al Hafizh Ibnu Hajar berkata" &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ulama membagi orang dalam perkawinan menjadi beberapa macam. Pertama orang yang sudah berkeinginan untuk menikah dan mampu membiayai kehidupan serta merasa khawatir terhadap dirinya (akan terjerumus ke dalam perbuatan tercela jika tidak menikah), maka orang ini dianjurkan (disunnahkan) untuk menikah menurut semua ulama, dan dari madzhab Hambali dalam salah satu riwayat menambahkan bahwa dia wajib menikah".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;"Dan nikahkanlah orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak nikah di antara hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya, dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui" (An Nur: 32)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153); text-align: justify;"&gt;"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa" (Al An'am: 153)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jika ingin mendapat pasangan yang baik, jadikan diri baik terlebih dahulu. Jika ingin mendapatkan istri yang salehah, jadikan diri anda saleh terlebih dahulu, dan sebaliknya. Bagaimana anda menuntut istri anda sekualitas Fatimah, sedangkan anda sendiri tidak sekapasitas Ali ? Bagaimana mungkin anda berharap istri anda setabah Sarah dan Hajar, sedangkan anda tidak sekokoh Ibrahim as ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 153); font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang kaji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)" (An Nur: 26)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;Persiapan-persiapanya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jika anda laki-laki, ada kesiapan dalam diri anda untuk bertindak sebagai qawam dalam RT, berfungsi sebagai bapak bagi anak-anak yang akan lahir nantinya, bisa menanggung segala beban-beban yang disebabkan oleh karena posisi anda sebagai suami dan bapak, mampu memberikan kepuasan optimal kepada istrinya dalam hak istimta' ."Dan kalian wajib memberikan nafkah kepada mereka (istri-istri) dan memberi pakaian secara ma'ruf" (HR Muslim), mampu menyandang status sosial yang tadinya lajang dia masih menjadi bagian dari keluarga orang tuanya, setelah menikah mereka mulai dihitung sebagai keluarga tersendiri, dan masih banyak yang lainnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jika anda perempuan, ada kesiapan untuk membuka ruang baru bagi intervensi seorang mitra bernama suami, kesiapan untuk mengurangi sebagian otoritas atas dirinya sendiri lantaran tunduk pada prinsip syura dan ketaatan pada suami, kesiapan untuk hamil, melahirkan dan menyusui. Siap menanggung beban-beban baru yang muncul akibat hadirnya anak, dan masih banyak yang lainnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153); text-align: justify;"&gt;"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu. Dan berbuat baiklah terhadap orang tua, kerabat-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan dirinya (An Nisa: 36)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold; font-style: italic; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Yaa Allah, sesungguhnya hambaMu ini memohon kepadaMu dengan IlmuMu pilihan yang paling tepat, hambamu ini memohon kekuatan kepadaMu dengan ke Maha KekuasaanMu, hambaMu memohon KaruniaMu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan hambaMu ini tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan hambaMu ini tidak mengetahui, dan Engkau yang mengetahui perkara yang Ghaib. Yaa Allah, apabila Engkau mengetahui apabila perkara ini baik bagi agama hamba-hambaMu, dan baik akibatnya bagi diri hamba-hambaMu ini di dunia maupun di akhirat, maka tetapkanlah dan mudahkanlah. Sesungguhnya apabila Engkau mengetahui bahwa perkara ini buruk bagi agama hamba-hambaMu, dan buruk akibatnya bagi hamba-hambaMu ini di dunia maupun di akhirat, maka jauhkanlah perkara ini dari hamba-hambaMu dan jauhkanlah diri hamba-hambaMu ini darinya. Tetapkanlah kebaikan untuk hamba-hambaMu dimanapun hamba-hambaMu ini berada, dan jadikanlah hamba-hambaMu ini ridha menerimanya... (HR. Bukhari)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Untuk para muslim dan muslimah yang belum berkeluarga. Ingat ! Menikah itu sunnah Rasulullah, jika engkau miskin Allah akan memampukanmu dengan karuniaNya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114930731293006543?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114930731293006543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114930731293006543' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114930731293006543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114930731293006543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/06/dijalan-mana-anda-menikah.html' title='Dijalan Mana Anda Menikah?'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114827826515270927</id><published>2006-05-22T11:38:00.000+07:00</published><updated>2006-05-22T13:28:10.406+07:00</updated><title type='text'>Di Balik Tabir Pernikahan</title><content type='html'>&lt;p class="domon" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Bersamaan dengan banyaknya orang enggan menikah, angka perzinaan atau 'kecelakaan' semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ini sudah mau betul menikah," kata sahabat saya pada suatu hari, sebut saja namanya Rowi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok tidak menikah?" tanya saya. ''Sampai sekarang belum ada yang pas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pas menurut situ apa?" "Saya pingin ceweknya cantik, putih, mau mengerti saya, umurnya lebih muda dan juga sudah bekerja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah adalah kata yang kerapkali menjadi buah bibir masyarakat. Dibicarakan orangtua kepada anaknya karena dipandang sudah dewasa dan sudah saatnya punya jodoh. Menjadi pembicaraan antar teman sejawat yang telah lama berpisah, seorang yang sudah menikah kepada sahabatnya seangkatan yang belum menikah, apalagi di antara pasangan yang tengah dilanda &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;asmara&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan di setiap malam atau hari libur, baik di balai, hotel, gedung pertemuan bahkan di di sudut-sudut lorong juga terlihat acara pernikahan. Pertanyaannya adalah: &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; apa dengan Nikah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pandangan berkaitan dengan nikah. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang menganggap, nikah atau jodoh di tangan Tuhan. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang merasa keberatan, bahkan menyepelekan alias cuek. Ini biasanya muncul akibat kekecewaan yang pernah dialami. Bisa jadi juga karena 'takut' ataupun ragu. Tapi ada pula yang merasakan kesulitan mau menikah, seperti Rowi, sahabat saya di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keinginan Rowi wajar, karena ia menilai berdasarkan keadaan dirinya. Namun kewajaran itu, tentunya, tidak untuk semua orang. Banyak mereka yang mulanya tidak 'cantik', setelah menikah menjadi 'cantik' (cantik dalam tanda petik, karena ukurannya sangat relatif), tidak putih menjadi putih, belum bekerja menjadi bekerja, yang tidak teratur menjadi teratur, bahkan yang tadinya 'nakal' setelah menikah menjadi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rowi, sahabat saya itu, satu di antara sekian banyak contoh lelaki yang menghadapi 'problem' pra-nikah. Syukurnya, ia punya niat kuat untuk menikah. Sayangnya, niat tersebut dibebani berbagai kriteria. Biasanya, tipe orang seperti ini kurang peduli dengan umur yang semakin hari bertambah, bahkan hingga menjadi bujang lapuk, atau gadis tua. Namun tidak sedikit orang berprinsip seperti Rowi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berbeda lagi dengan mereka yang 'menyepelekan' nikah. Biasanya, selain karena kecewa, takut atau mungkin ragu,, juga dapat disebabkan oleh faktor lain, Misalnya, kehidupan metropolitan yang serba modern, rnembuat tuntunan hidup lebih bergaya. Alhasil, yang lebih diutamakan adalah karir, sementara nikah dianggap suatu hal yang gampang. Toh banyak alat modern yang bisa mengantarkan orang untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, bahkan free-sex dianggap sebagai solusi. Sungguh sebuah anggapan yang keliru jika nikah hanya dimaknai secara biologis semata. Selain itu, ‘takut repot' atau 'takut terkekang' alias 'tidak bebas' juga bisa menjadi faktor bagi sckelompok orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, bersamaan dengan banyaknya orang yang 'enggan' menikah, ternyata angka perzinaan, atau 'kecelakaan', atau ketularan HIV/AIDS semakin meninggi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahaya Selibat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga ada yang berprinsip keliru menafikan nikah dengan alasan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam sebuah hadis diberitakan tiga sahabat Rasulullah SAW menemui istri Nabi dan menanyakan tentang kualitas ibadah Rasulullah. Jawaban yang mereka dapatkan rupanya mereka rasa kurang maksimal. Maka mereka ingin lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Yang satu berkata, "Aku akan melakukan shalat sepanjang malam.” Yang kedua berkata, "Aku akan berpuasa sepanjang tahun.” Yang ketiga berkata, "Aku tidak akan menikah seumur hidupku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, Rasulullah menemui mereka dan berkata, &lt;i&gt;"Demi Allah, aku lebih tunduk dan takut kepada Allah SWT dibandingkan kalian, Tapi aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan aku juga menikah. Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku." (HR Bukhari).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak belasan abad yang silam Islam sudah menghormati pernikahan karena kemuliaannya. Nikah itu pun merupakan sunnah (ajaran) para Nabi dan Rasul. Firman Allah, &lt;i&gt;"... Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu (Muhammad) dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.” (QS al-Ra'ad : 38)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah apa yang terjadi pada banyak pemimpin agama tertentu yang memantangkan nikah. Akhirnya - di era keterbukaan ini - mereka diseret ke pengadilan (di Amerika Serikat, Inggris. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;) dengan tuduhan rnelakukan pelecehan seks, bahkan terhadap anak-anak di bawah umur. Motto mereka, sepertinya: 'nikah no, kawin yes' Mengapa harus membohongi fitrah dan naluri manusiawi?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah umat Islam memiliki junjungannya, Rasulullah SAW. Beliau bahkan tegas-tegas bersabda. "Annikahu sunnati, taman raghiba 'an sunnati fa laisa minni - Nikah itu adalah sunnahku, barangsiapa yang melalaikan sunnahku (tidak menikah, sementara semua syaral telah terpenuhi), maka ia tidak termasuk golonganku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat Kriteria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menyebut empat kriteria seorang wanita yang lebih layak dinikahi, sebagaimana tersebut dalam hadis: &lt;i&gt;"Seorang wanita dinikahi karena empat hal, yaitu karena: hartanya, status keluarganya, kecantikannya, dan agamanya. (HR Bukhari).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria tersebut harus dipahami secara dinamis. Harta tidak hanya dipahami dalam artian materi, tapi lebih luas dari itu. Secara kasat mata bisa jadi seorang yang kita anggap kurang secara materi, lebih kaya secara immateri. Kekayaan memang sebuah kriteria, tetapi itu bukan segalanya, karena kekayaan bukan jaminan bahwa scscorang akan hidup bahagia. Allah memantapkan hati mereka yang 'ragu' atau 'takut' menikah dengan alasan ekonomi, &lt;i&gt;"...Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, Allah SWJ akan memberikan kekayaan kepada kamu dari karunia-Nya." (QS aKTaubah : 28).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang status keluarga. keturunan (nasafo) juga menjadi penghambat seseorang untuk menikah. Apalagi jika nasab dikailkan dengan adat istiadat lokal. Sebagian orangtua mengharuskan anaknya menikahi orang yang senasab dengannya. Apa iya, kiyai mesti besanan dengan kiyai, bankir harus besanan dengan pengusaha, dan seterusnya? Inti pengertian nasab di sini adalah 'keturunan orang baik-baik'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah serunya adalah kecantikan. Kriteria yang satu ini tampaknya justru menempati prioritas utama. Pemuda mana yang tidak kesemsem melihat gadis yang cantik dan gadis mana yang tak berdegup jantungnya melihat pemuda ganteng. Tapi apakah kecantikan atau kegantengan menjamin suatu pernikahan sukses mencapai tujuannya? Jawabnya bisa 'ya’ hanya kalau kecantikan-kegantengan itu tidak cuma di wajah dan fisik tapi juga di hati dan kepribadian. Jika kecantikan-kegantengan hanya polesan luar. sedangkan hatinya sadis dan penuh kecurangan, mana tahan, bo! Itu sebabnya ungkapan cantik itu relatif menjadi slogan setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kekayaan, nasab dan kecantikan-kegantengan menjadi kriteria yang relatif, maka agama merupakan kriteria kongkrit yang ditawarkan Islam. Agaknya kriteria ini sengaja disebutkan terakhir sebagai kriteria pamungkas. Bila agama menjadi prioritas utama dalam mencari pasangan hidup, tentunya tanpa menafikan ketiga kriteria lainnya, insya Allah kehidupan berumah tangga akan berjalan selarnat sesuai tujuan sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan Pernikahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang tersisa adalah: apa tujuan pernikahan menurut pandangan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya ada tiga tujuan pernikahan. Pertama, menjaga keturunan, mempertahankan kelangsungan generasi manusia, untuk tetap tegaknya generasi Islami, memancarkan wajah llahi di bumi melestarikan dan memakmurkan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memelihara dan kehormatan kesucian diri sekaligus menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan, bahkan nikah satu-satunya cara yang kongkrit untuk menghindari perzinaan dengan segala akibatnya. Ketiga, menciptakan ketenangan, ketenteraman dan kedamaian. Rumah tangga yang tenteram dan damai akan melahirkan masyarakat dan_negara yang tenteram dan damai. Masyarakat dan negara yang tenteram dan damai akan melahirkan dunia yang tenteram dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu tercakup dalam firman Allah, &lt;i&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kamu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."(QS Ar-Rum : 21)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114827826515270927?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114827826515270927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114827826515270927' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114827826515270927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114827826515270927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/05/di-balik-tabir-pernikahan.html' title='Di Balik Tabir Pernikahan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114713943710993541</id><published>2006-05-09T08:49:00.000+07:00</published><updated>2006-05-09T08:50:37.506+07:00</updated><title type='text'>Menikah Adalah Keajaiban</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya selalu mengatakan bahwa menikah adalah hal yang sangat kodrati.Dalam bahasa saya, menikah tidak dapat dimatematiskan. Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, secara materi saya belum siap, saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak ada. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ustadz. Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib bernama keluarga itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum cukup, lah... itu alasan yang paling mudah dijumpai. Dengan gaji sekarang saja saya hanya bisa hidup pas-pasan. Bagaimana kalau ada anak dan istri? Oya, saya juga belum punya rumah....&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;O-o... Saudaraku, kalau kau menunggu gajimu cukup, maka kau tak akan pernah menikah. Bisa jadi besok Allah menghendaki gajimu naik tiga kali lipat. Tapi percayalah, pada saat yang bersamaan, tingkat kebutuhanmu juga akan naik... bahkan lebih tiga kali lipat. Saat seseorang tak memiliki banyak uang, ia akan berpikir pakaian berharga tertentu, televisi, laptop... atau mungkin hp merk mutakhir. Saat tak memiliki banyak uang, makan mungkin cukup dengan menu sederhana yang mudah ditemui di warung-warung pinggir jalan. Tapi bisakah demikian saat Anda memiliki uang? Tidak akan. Selalu saja ada keinginan yang bertambah, lajunya lebih kencang dari pertambahan kemampuan materi. Artinya, manusia tidak akan ada yang tercukupi materinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menikah adalah sebuah elemen kodrati sebagaimana rezeki dan juga ajal. Tak akan salah dan terlambat sampai kepada setiap orang. Tak akan bisa dimajukan ataupun ditahan. Selalu tepat sesuai dengan apa yang telah tersurat pada awal penciptaan anak Adam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menikah adalah salah satu cara membuka pintu rezeki, itu yang pernah saya baca di sebuah buku. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pula sabda Rasulullah,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Menikahlah maka kau akan menjadi kaya&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin secara logika akan sangat sulit dibuktikan statemen-statemen tersebut. Taruhlah, pertanyaan paling rewel dari makhluk bernama manusia,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana mungkin saya akan menjadi kaya sedangkan saya harus menanggung biaya hidup istri dan anak? Dalam beberapa hal yang berkaitan dengan interaksi sosial juga tidak bisa lagi saya sikapi dengan simpel. Contoh saja, kalau ada tetangga atau teman yang hajatan, menikah dan sebagainya, saya tentu saja tidak bisa lagi menutup mata dan menyikapinya dengan konsep-konsep idealis. Saya harus kompromi dengan tradisi; hadir, nyumbang... yang ini berarti menambah besar pos pengeluaran. Semua itu tak perlu menjadi beban saya pada saat saya belum berkeluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat saya dihadapkan pertanyaan menikah pertama kali dalam hidup saya, saya sempat maju mundur dan gamang dengan wacana-wacana semacam ini. Lama sekali saya menemukan keyakinan - belum jawaban, apalagi bukti bahwa seorang saya hanyalah menjadi perantara Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya yang ditakdirkan menjadi istri atau anak-anak saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Harusnya memang demikian. Itulah keajaiban yang kesekian dari sebuah pernikahan. Saya sendiri menikah pada tahun 1999, saat umur saya dua puluh tahun. Saat itu saya bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan bakery tradisional. Tentu saja, saya sudah menulis saat itu kendati interval pemuatan di majalah sangat longgar. Kadang-kadang sebulan muncul satu tulisan, itu pun kadang dua bulan baru honornya dikirim. Dengarkan...! Dengarkan baik-baik bagian cerita saya ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebulan setelah saya menikah, tiga cerpen saya sekaligus dimuat di tiga media yang berbeda. Beberapa bulan berikutnya hampir selalu demikian, cerpen-cerpen saya semakin sering menghiasi media &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Interval pemuatan cerpen tersebut semakin merapat. Saat anak saya lahir, pada pekan yang sama, ada pemberitahuan dari sebuah majalah remaja bahwa mulai bulan tersebut, naskah fiksi saya dimuat secara berseri. Padahal, media tersebut terbit dua kali dalam sebulan. Ini berarti, dalam sebulan sudah jelas ada dua cerpen yang terbit dan itu berarti dua kali saya menerima honor. Ini baru serialnya. Belum dengan cerpen-cerpen yang juga secara rutin saya kirim di luar serial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tunggu... semua itu belum berhenti. Saat anak saya semakin besar dan semakin banyak pernak-pernik yang harus saya penuhi untuknya, lagi-lagi ada keajaiban itu. Satu per satu buku saya diterbitkan. Royalti pun mulai saya terima dalam jumlah yang... hoh-hah...! Subhanallah...!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Entah, keajaiban apa lagi yang akan saya temui kemudian. Yang jelas, saat ini saya harus tetap berusaha meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya hanyalah perantara rezeki bagi anak dan istri saya... juga mungkin orang lain. Dengan begitu, mudah-mudahan saya bisa melepaskan hak-hak tersebut yang melekat pada uang gaji ataupun royalti yang saya terima.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah... mampukan saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sakti Wibowo&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cikutra, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114713943710993541?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114713943710993541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114713943710993541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114713943710993541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114713943710993541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/05/menikah-adalah-keajaiban.html' title='Menikah Adalah Keajaiban'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114628002814967908</id><published>2006-04-29T10:03:00.000+07:00</published><updated>2006-04-29T10:58:55.913+07:00</updated><title type='text'>Kenapa Harus Menikah?</title><content type='html'>&lt;p class="domon" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi kaum muslimin untuk memeriahkan dunia dengan nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Melengkapi agamanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: rgb(102, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (HR. Thabrani dan Hakim).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Menjaga kehormatan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: rgb(102, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 309).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hidup berkeluarga merupakan ladang meraih pahala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Bersetubuh dengan istri termasuk sedekah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW berkata kepada beliau, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt; Beliau bersabda, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah); memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt; Mereka bertanya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Wahai Rasulullah, kok bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt; Beliau menjawab, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt; (Mereka menjawab, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Ya, tentu.”&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt; Beliau bersabda,) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt; (Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu beliau bersabda, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua raka’at Dhuha.”)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt; (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Adanya saling nasehat-menasehati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Bisa mendakwahi orang yang dicintai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Pahala memberi contoh yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun.” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Orang yang pertama kali melakukan kebaikan atau kejahatan.)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut Anda bila ada seorang kepala keluarga yang memberi contoh perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan anak-anaknya? Demikian juga sebaliknya bila seorang kepala keluarga memberi contoh yang jelek bagi keluarganya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama. Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Dari Abu Abdullah (Abu Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk kendaraan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu teman seperjuangan di jalan Allah.” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami lebih utama menafkahkan hartanya kepada keluarganya daripada kepada yang lain karena beberapa alasan, diantaranya adalah nafkahnya kepada keluarganya adalah kewajiban dia, dan nafkah itu akan menimbulkan kecintaan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Muawiyah bin Haidah RA., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: ‘Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?” Beliau menjawab dengan bersabda, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Janganlah kamu menjelekkan wajahnya, janganlah kamu memukulnya, dan janganlah kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka.” (&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Adab&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;Az&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; Zifaf Syaikh Albani hal 249).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA., dalam hadits yang panjang yang kami tulis pada bab niat, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadanya: &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyianyiaka orang yang harus diberi belanja.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya.” (&lt;st1:place st="on"&gt;Saba&lt;/st1:place&gt;’: 39).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya.” Dan yang lain berdoa: “Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Seorang pria yang menikahi janda yang mempunyai anak, berarti ikut memelihara anak yatim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nur: 32)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;Ada&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt; tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114628002814967908?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114628002814967908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114628002814967908' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114628002814967908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114628002814967908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/04/kenapa-harus-menikah.html' title='Kenapa Harus Menikah?'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114507605453965543</id><published>2006-04-15T11:39:00.000+07:00</published><updated>2006-04-15T11:47:34.026+07:00</updated><title type='text'>Periksa Kesehatan Pra Nikah - Sedia Payung Sebelum Hujan</title><content type='html'>&lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;MENIKAH merupakan satu moment yang tak hanya membahagiakan kedua calon mempelai tapi juga semua orang. Karenanya, kesibukan mempersiapkan hari bersejarah itu dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, termasuk masalah kesiapan kesehatan. Berikut wartawan Metro Banjar, Elisa Rachmaliansari SE, menuliskannya berdasarkan interview dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr Sri Yanto.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Pernikahan adalah jenjang akhir yang menjadi tujuan bagi insan yang merasa telah menemukan belahan jiwanya. Siapa sih yang tak ingin melewati fase membahagiakan tersebut dalam hidupnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Namun, selama mempersiapkan hari bahagia tersebut, terkadang ada satu persiapan penting, yakni pemeriksaan kesehatan pra nikah yang seharusnya dilakukan tetapi justru terabaikan atau bahkan disepelekan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Pada kenyataannya memang tak banyak calon pengantin yang sadar dan mau melakukan pemeriksaan kesehatannya sebelum melangsungkan pernikahan, kecuali pada kalangan tertentu yang mewajibkannya seperti anggota TNI dan Polri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Alasannya, tes kesehatan tersebut dianggap hanya akan menambah daftar kesibukan, ribet, pemborosan karena memakan biaya, dan ditakutkan malah akan dapat mempengaruhi hubungan itu sendiri. Padahal pemeriksaan kesehatan pada calon pasangan suami istri sebelum pernikahan mempunyai peranan dan kegunaan bagi kelangsungan perkawinan terutama hubungannya dengan masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;"Sebetulnya periksa diri pra nikah justru akan membantu calon pasutri dari segi kesiapan mental. Mereka satu sama lain akan lebih mengenal dan mengetahui calon pasangan hidupnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr H Sri Yanto.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Dicontohkannya, bila ternyata dari hasil tes kesehatan tersebut ternyata diketahui salah satu pihak mengindap satu penyakit, maka disinilah dilatih kesiapan mental untuk menerima pasangannya apa adanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Menurutnya, pemeriksaan kesehatan pra nikah penting dilakukan agar dapat mengetahui status dan riwayat kesehatan kedua calon pengantin yang dapat mempengaruhi perkawinan itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;"Tujuan perkawinan itu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; membentuk keluarga yang sejahtera yang akan membawa ketentraman hidup. Maka dari itu perlu persiapan calon pasangan suami istri, baik secara fisik, material, psikis dan emosional. Periksa diri pra nikah itu ibaratnya sedia payung sebelum hujan," ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Pemeriksaan kesehatan pra nikah itu meliputi, pemeriksaan fisik untuk mengetahui riwayat kesehatan dan pemeriksaan laborat seperti tes urine, darah, rontgen yang berguna mengetahui penyakit apa yang diam-diam ternyata mengindap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Dari hasil pemeriksaan tersebut dapat diketahui penyakit-penyakit yang nantinya bila tak segera ditanggulangi dapat membahayakan calon pasutri termasuk bakal keturunannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Misalnya, bila diketahui keduanya menderita penyakit genetika atau faktor bawaan seperti diabetes, asma, epilepsi, maka secara medis sudah dipastikan nantinya anaknya juga bakal mengindap penyakit yang sama, sehingga terapi penyembuhannya dapat segera di lakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Dan apabila dari hasil tes diketahui ternyata mengindap penyakit fisik seperti TBC, radang paru serta Hepatitis B, maka dapat segera sembuhkan sehingga jangan sampai menularkan kepada pasangannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Idealnya pemeriksaan kesehatan pra nikah dilakukan enam bulan sebelum dilangsungkannya pernikahan. Tapi, itu bukan ukuran mutlak kog, masih ada kompromi. Yang penting dilakukan sebelum menikah dan nantinya pengobatannya bisa dilanjutkan setelah menikah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Misalnya, bila si pria ketahuan menderita penyakit kelamin. Dia bisa segera menjalani pengobatan dan ketika sudah menikah wajib memakai kondom selama berhubungan seksual agar tak menular pada sang istri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Langkah-langkah melakukan pemeriksaan kesehatan pra nikah ini mudah saja dan tak selalu memerlukan biaya besar. Tak perlu langsung ke dokter spesialis, konsultasi saja ke dokter puskesmas ataupun melalui dokter umum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Biasanya akan dilakukan wawancara singkat tentang riwayat kesehatan yang bertujuan mengetahui penyakit apa yan pernah diderita, riwayat kesehatan pada anggota keluarga (kanker, epilepsi dan diabites), juga keadaan lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari-hari (merokok, pengguna obat-obatan terlarang).&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan untuk mengetahui adanya kelainan fisik seperti tekanan darah, keadaan jantung, paru dan tanda-tanda fisik dari penyakit seperti anemia, asma, kulit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;"Periksa ke dokter di puskesmas dulu, baru nanti setelah itu dapat dirujukan pemeriksaan laborat bila diperlukan. Dan bagi yang tidak mampu dapat digunakan kartu sehat," terang dr Sri Yanto lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Jadi, tinggal bagaimana kesadaran dan kemauan calon mempelai berdua saja &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Mau atau tidak sedia payung sebelum hujan dan latihan menerima pasangan sepenuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Wallahu 'alam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114507605453965543?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114507605453965543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114507605453965543' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114507605453965543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114507605453965543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/04/periksa-kesehatan-pra-nikah-sedia.html' title='Periksa Kesehatan Pra Nikah - Sedia Payung Sebelum Hujan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114482662588961352</id><published>2006-04-12T14:20:00.000+07:00</published><updated>2006-04-12T14:27:37.120+07:00</updated><title type='text'>Menikah itu Ibadah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Menikah, adalah fitrah, merupakan ibadah tempat menuai berkah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa menjadi motivasi seseorang untuk menikah, ada yang mengatas namakan cinta, sebagai tempat melabuhkan hatinya, belahan jiwa untuk berbagi suka dan duka, sebagai sarana meneruskan keturunan, untuk menyalurkan hasrat manusiawinya, dan lain sebagainya. Semua itu tentu tidaklah salah, karena memang hanya dengan menikahlah hal itu menjadi halal, legal, bermartabat dan terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah hanya sampai disitu nilai sebuah pernikahan? Tentu saja tidak, karena sepasang burung pun melakukannya, mereka bahu membahu membangun sarangnya, bergantian mengerami telurnya, setiap pagi induknya mencari makan untuk anak-anaknya hingga mereka bisa terbang dan sanggup mencari makan sendiri. Subhanallah burung-burung itu telah mengajarkan arti kehidupan pada kita. &lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah, teladan kita yang mulia telah mengajarkan bahwa menikah itu adalah ibadah. Kita sering mendengar pernyataan seperti itu, tapi apakah kita benar-benar memahaminya. Allahu'alam. Sungguh dibalik pernyataan sederhana itu terdapat banyak hikmah yang harus selalu kita gali, kita renungi, kita patri dalam hati, dan semoga bisa menjadi penghias diri, sebagai bekal di hari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah, tidaklah Allah menciptakan diri ini melainkan hanya untuk beribadah kepadaNya. Seluruh gerak kita sepatutnya kita niatkan untuk beribadah kepadaNya. Seluruh khilaf kita sepatutnya kita mohonkan ampun padaNya. Seluruh nikmat yang kita dapat sepatutnya kita syukuri dengan memuji namaNya. Setiap ujian yang datang sepatutnya kita hanya memohon pertolonganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah, karena kecintaan kita pada istri akan mendorong kita untuk membimbingnya pada kebaikan yang akan menghadirkan kecintaan Allah pada keluarga kita. Adakah cinta yang lebih patut kita harapkan dari cintanya Sang Maha Pencinta. Ketika suami istri saling menggenggam tangan, maka berguguranlah dosa-dosa mereka dari sela-sela jari. Adakah yang lebih beruntung dari orang-orang yang diampuni dosanya. Ketika istri dapat menyenangkan suaminya sehingga suaminya ridho, maka dibukalah pintu-pintu surga agar dia dapat memasukinya dari manapun dia suka. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah, Allah akan menolong hambaNya yang menikah karena ingin menjaga diri dari perbuatan zina. Jikalau menikah itu hanya untuk menyalurkan hasrat seksualnya, bukanlah tidak mungkin jika belum terpuaskan hasratnya dia akan mencari pelampiasan lain yang tidak halal. Maka jangan heran kalau kita pernah mendengar seorang aktivis dakwah yang berselingkuh dengan tetangganya, naudzubillah. Sungguh mulia ketika Rasulullah mengatakan menikah itu akan menjaga kehormatan kita, beliau tidak mengatakan bahwa menikah itu akan menjadi tempat menyalurkan hasrat kita. Meskipun pelaksanaannya sama sungguh nilainya sangat jauh berbeda, Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah, insyAllah kita akan diamanahkan anak-anak yang akan menjadi hiburan bagi orang tuanya, ia nya adalah rizqi dari Allah sebagai pengikat hati orang tua. Membinanya bukanlah suatu beban melainkan sebuah amanah indah yang harus kita tunaikan, karena kebaikan dan doanya akan menjadi deposito pahala yang tak pernah putus hingga kita tiada. Maka bersyukurlah pada Allah atas segala nikmat yang bahkan kita tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah, maka syaitan akan mengerahkan seluruh bala tentaranya untuk menghalang-halangi setiap usaha anak manusia untuk melaksanakan dan mempertahankan pernikahan. Pernikahan yang penuh barokah adalah benteng iman yang paling kokoh, melindungi orang-orang di dalamnya dari gempuran hizbu syaitan yang kian dahsyat di saat kiamat sudah dekat. Karena berarti realisasi janji syaitan untuk membawa pengikut sebanyak-banyaknya semakin mendekati dead line. Selain berharap hanya pada pertolongan Allah, dituntut kesabaran dan keikhlasan kita dalam mengarungi bahtera yang kadang bergelombang dan berbadai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah, tapi menikah bukanlah puncak prestasi yang patut kita bangga-banggakan, janganlah sampai kita merasa diri lebih baik dari orang lain karena kita sudah menikah. Marilah kita berlindung pada Allah dari tipu daya syaitan seperti ini. Sepatutnya pernikahan itu menjadi sebuah madrasah, media dakwah dan tarbiyah. Menjadikan kita semakin merasakan Kebesaran Allah, menjadikan tumbuhnya cinta dan kasih sayang semakin menjauhkannya dari hubbud dunya, membuat kita semakin mengerti akan kegelisahan saudara kita. Sehingga keberkahannya akan beresonansi pada orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish-shawab&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114482662588961352?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114482662588961352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114482662588961352' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114482662588961352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114482662588961352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/04/menikah-itu-ibadah.html' title='Menikah itu Ibadah'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114386321082569337</id><published>2006-04-01T10:43:00.000+07:00</published><updated>2006-04-04T10:13:52.610+07:00</updated><title type='text'>Urgensi Niat Dalam Pernikahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kehati-hatian dalam melangkah dalam segala tindakan adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan. Saat memilih pasangan, mengkhitbah, ketika melangsungkan pernikahan, hingga setelah pernikahan itu sendiri, mengkoreksi niat harus selalu menjadi prioritas utama kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;DI sebuah sudut mesjid, di keheningan sepertiga malam terakhir, terdengar seorang lelaki bermunajat kepada tuhannya. Dalam untaian doanya terdengar lirih sebuah kalimat indah, &lt;i style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa"&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Kalimat di atas tentu popular di telinga kita. Bahkan, mungkin hampir setiap Muslim selalu menyertakan untaian kalimat tersebut dalam setiap doanya. Bahkan, doa ini pun sering dipanjatkan Rasulullah saw. Ia adalah nukilan Alquran &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Al Furqan ayat 74.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Bila kita merenung, sudah tak terhitung berapa kali doa tersebut diucapkan para kekasih Allah. Tak terhitung pula berapa kali Allah mengabulkan doa tersebut bagi yang memohonnya. Lewat doa tersebut, Allah memberikan jalan bagi manusia agar bisa mendapatkan pasangan hidup yang shalih dan anak-anak yang bisa menjadi hiasan mata. Mendapatkan keduanya merupakan harapan semua orang, tidak terkecuali seorang lajang yang sedang mencari pendamping ataupun orang yang telah berkeluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Masalahnya sekarang, bagaimana caranya agar kita mampu merealisasikan harapan tersebut dalam kehidupan? Tidak mudah memang. Perlu perjuangan dan kesabaran sepenuh hati untuk meraihnya karena ada tahapan-tahapan yang harus kita lewati. Tentu, niat adalah tangga awal untuk meraihnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Mengapa niat? Niat adalah landasan awal sebuah perbuatan. Ia merupakan aktifitas batin yang unik sehingga selalu menuntut perhatian dan perlakuan istimewa. Secara lebih luas, niat adalah tergeraknya hati menuju sebuah keadaan yang dianggap sebagai tujuan, baik berupa perolehan manfaat atau pencegahan mudharat. Al-Imam Yahya bin Syarifuddin An-Nawawi dalam kitab Syarah Hadits Arba'in mengartikan niat sebagai kehendak seseorang kepada perbuatan dalam rangka mencari ridha Allah dan melaksanakan hukum-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Dari definisi di atas, kita bisa melihat betapa pentingnya niat. Keridhaan dan kemurkaan Allah akan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kita bisa menempatkan niat tersebut dalam tempat yang benar. Begitu pula dengan sebuah pernikahan, ia bisa menjadi amal shalih apabila niatnya lurus untuk mendapatkan ridha Allah, dan bisa menjadi dosa apabila niatnya karena nafsu atau harta. Karenanya, Rasulullah saw mengingatkan kita tentang hal ini, &lt;i style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;"Dan setiap orang hanya akan memperoleh berdasarkan niatnya," (HR. Bukhari&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;i&gt; dan Muslim)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam hadits lain, Rasulullah saw juga menyampaikan, &lt;i style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;"Manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niatnya. " (HR Muslim)&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam kaitannya dengan pernikahan, ada dua model dasar dari niat ini, yaitu niat seseorang yang akan menikah dan niat seseorang yang sudah menikah (berkeluarga). Bagi golongan pertama, niat yang mendorongnya untuk menikah biasanya relatif "sederhana", sehingga mudah untuk diluruskan, selain lebih terpelihara dari hal-hal yang bisa merusak kesucian niat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk golongan kedua, niat mereka setelah pernikahan lebih bersifat fluktuatif. Dalam arti, adanya proses naik-turun dari keinginan-keinginan yang timbul berkaitan dengan keberlangsungan pernikahannya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang ingin terus memelihara niat awal dengan tetap setia pada pasangan. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pula yang bertambah niatnya dengan ingin menikah lagi. Kecenderungan kedua ini bisa dilakukan dengan cara yang hasanah (baik) maupun dengan cara menzhalimi pasangan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Kasus menzhalimi pasangan bagi yang sudah menikah timbul karena tidak adanya pengendalian diri yang baik, dan kurangnya pemahaman akan urgensi niat. Walaupun pada awal pernikahan niatnya sudah lurus, tapi karena lemahnya pemahaman dan buruknya pengendalian diri, niat tersebut kemudian melenceng jauh. Kegagalan dalam pernikahan pun bisa disebabkan pula karena tidak lurusnya niat ketika hendak menikah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus selalu kita perhatikan berkaitan dengan masalah niat ini. Pertama, kita harus memahami posisi dan kondisi niat dalam tiga tahapan, yaitu ketika niat itu muncul (di awal waktu), pada waktu proses berjalannya niat (pertengahan), dan ketika niat sudah tertunaikan (di akhir).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Demikian pentingnya unsur niat ini, sehingga setan akan selalu masuk melalui pintu niat. Ia akan berusaha merusak, mengacaukan, dan menjadikan niat kita jatuh ke posisi paling buruk, dalam bentuk riya. Rasulullah saw menegaskan kenyataan ini, &lt;i style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;"Jika dia pergi berusaha untuk membela anak yatim yang masih kecil-kecil, maka dia berada di jalan Allah. Jika dia pergi berusaha untuk membela kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia, maka dia berada di jalan Allah. Jika dia pergi berusaha untuk membela dirinya agar tetap hidup, maka dia berada di jalan Allah. Jika dia pergi berusaha karena riya dan kesombongan, maka dia berada di jalan setan." (HR. Thabrani)&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Kehati-hatian dalam melangkah dalam segala tindakan adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan. Saat memilih pasangan, mengkhitbah, ketika melangsungkan pernikahan, hingga setelah pernikahan itu sendiri, mengkoreksi niat harus selalu menjadi prioritas utama kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Hal kedua, setelah memahami posisi dan kondisi niat adalah menghadirkan doa dalam setiap tahapan niat; mulai dari awal, pertengahan, hingga akhir. Arti penting menghadirkan doa adalah untuk mengantipasi hadirnya sifat sombong dan penyakit hati lainnya yang bisa mengotori kesucian niat kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Doa adalah ungkapan kepasrahan hati dan jalan terbaik meraih pertolongan Allah. &lt;i style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;"Maka, mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka sebagai indah (sesuatu yang indah) apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. Al-An'am [6] : 43)&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Semoga Allah senantiasa membimbing niat-niat kita, amiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Wallahua'lam bishowab.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114386321082569337?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114386321082569337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114386321082569337' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114386321082569337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114386321082569337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/04/urgensi-niat-dalam-pernikahan.html' title='Urgensi Niat Dalam Pernikahan'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114213696282697821</id><published>2006-03-12T10:56:00.000+07:00</published><updated>2006-03-12T11:26:25.183+07:00</updated><title type='text'>Betapa Indahnya Berumah Tangga</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar "Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri". Aih...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan. Dalam firmannya, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menikah itu Subhanallah indah, kata Almarhum kakek saya dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliau mengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milik mereka saja, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup seperti seolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasa membumbung atau raib ditelan dalamnya bumi. Entahlah saat itu cinta mereka berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan, seolah cinta mereka juga. Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ke tujuan, tak terhitung pasangan yang terburai kehilangan pegangan, selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat berlabuh di tepian. Bercerai, sebuah amalan yang diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminya habis-habisan, saya yang berada di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; merasa iba melihat sang suami yang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masih membasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak, kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi "perang" hingga bermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luar dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sang istri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya mengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur "Maafkan Mama ya Pa..". Gegas ia raih tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya setiap kali suaminya datang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa ia berbuat demikian. "Saya mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya mencintainya" demikian jawabannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Qayyim Al-Jauziyah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda. Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akan saling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan, tidak ada yang merasa superior. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; do'a istrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh sukses dalam pekerjaan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tengadah jemari istri kepada Allahi supaya suami selalu dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatan suami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada istri tercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuah rumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilang seiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan saya mengingatkan lagi sebuah hadist nabi. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; baiknya para istri dan suami menyelami bulir-bulir nasehat berharga dari Nabi Muhammad SAW. Salah satu wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhir kehidupannya dalam peristiwa haji wada': &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;"Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiah, istri fir'aun" (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak ada salahnya juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnya pernikahan, Camkan firman Allah dalam ingatan : &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;"...Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalah pakaian bagi mereka..." (QS. Al-Baqarah:187).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Torehkan hadist ini dalam benak : &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;"Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Alkhudzri r.a).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada para pasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istri Nabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya. Begitu juga sebaliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akan mentaatinya, juga tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya. Suami yang menjadi qawwam (pemimpin) istrinya. Suami yang begitu tangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelah berlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadi seorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamat menuju tepian hakiki "Surga". Dia memegang teguh firman Allah, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirya, semuanya mudah-mudahan tetap berjalan dengan semestinya. Semua berlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak juga berlebihan. Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yang sedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi biduk untuk sampai ketepian. Karakter suami istri demikian, Insya Allah dapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yang bergulir akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah. Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera dengan bekal cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan&lt;br /&gt;Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan&lt;br /&gt;Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta&lt;br /&gt;Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada&lt;br /&gt;Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari&lt;br /&gt;Dan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di bibir senyuman&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karena Allah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang menyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalam keluarga. Juga Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatan pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, the real world "Akhirat". Mudah-mudahan kalian selamat mendayung sampai ketepian. Allahumma Aamiin.&lt;/p&gt;  Wallahu 'alam bishowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114213696282697821?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114213696282697821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114213696282697821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114213696282697821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114213696282697821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/03/betapa-indahnya-berumah-tangga.html' title='Betapa Indahnya Berumah Tangga'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114197726539749950</id><published>2006-03-10T14:52:00.000+07:00</published><updated>2006-03-10T14:54:25.600+07:00</updated><title type='text'>Risalah Nikah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Istri yang paling baik adalah yang membahagiakanmu, saat kamu memandangnya, yang mematuhimu kala kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya dan dirimu bila kamu tidak ada disisinya. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, ada beberapa orang sahabat menemui Aisyah memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah. Aisyah sesaat tidak menjawab permintaan itu. Air matanya berderai, kemudian dengan nafas panjang ia berkata: &lt;i&gt;“Kaana Kullu Amrihi Ajaba”&lt;/i&gt; [Aah…semua perilakunya indah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Diantara tanda-tanda keangungan Allah, ialah Dia ciptakan bagimu, dari jenis-jenismu sendiri, pasangan-pasangannya. Supaya kamu hidup tentram bersamanya, dan Allah jadikan bagimu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda bagi orang-orang yang mau berfikir”. [QS 30 : 21]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini ditempatkan Allah pada rangkaian ayat tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Tentang tegaknya langit, terhamparnya bumi, gemuruh halilintar dann keajaiban penciptaan manusia. Dengan ayat ini Dia ingin mengajarkan kepada kita betapa Dia dengan sengaja menciptakan kekasih yang menjadi pasangan hidup manusia yang bersedia berdiri dengan setia disamping kita, yang mau mendengar bukan saja kata-kata yang diucapkan, melainkan juga jeritan hati yang tidak terungkapkan, yang mau menerima perasaan tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih, yang mampu meniupkan kedamaian, mengobati luka, menopang tubuh lemah dan memperkuat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu Akad Nikah, agar hubungan antara pecinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketentraman, cinta dan kasih sayang. Dengan dua kalimat yang sederhana &lt;i&gt;“Ijab dan Qabul”&lt;/i&gt; terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadat, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Maka nafsu pun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al Qur’an menyebut Akad Nikah sebagai Mitsaqon Ghalidon [perjanjian yang berat]. Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al Qur’an. Pertama, ketika Allah membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul ‘Azmi [QS 33 : 7]. Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Tsur diatas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah [QS 4 : 154]. Dan Ketiga, ketika Allah menyatakan hubungan pernikahan [QS 4 : 21].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Akad Nikah bukanlah peristiwa kecil di hadapan Allah. Akad Nikah tidak saja disaksikan oleh kedua orang tuanya, saudara dan sahabat-sahabat tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi dan terutama sekali disaksikan oleh Allah Rabbul Izzati [Penguasa Alam Semesta]. Maka apabila kamu sia-siakan perjanjian ini, ikatan yang sudah terbuhul, janji yang terpatri, kamu bukan hanya harus bertanggung jawab kepada mereka yang hadir, tetapi juga dihadapan Allah Rabbul Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Laki-laki adalah pemimpin di tengah keluarganya, dan ia harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya.” [HR Bukhori dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik dan lembut terhadap keluarganya”. [HR Bukhari]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang isteri boleh memberi apa saja yang ia miliki. Tetapi, bagi seorang suami, tidak ada pemberian isteri yang paling membahagiakan selain hati yang selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan. Di luar rumah, sang suami boleh jadi diguncangkan oleh berbagai kesulitan, ia menemukan wajah-wajah tegar, mata-mata tajam, ucapan-ucapan kasar, dan pergumulan hidup yang berat. Ia ingin ketika pulang ke rumah, disitu ditemukan wajah yang ceria, mata yang sejuk, ucapan yang lembut dam berlindung dalam keteduhan kasih sayang sang isteri [seperti cerita puteri salju-nya &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Anderson&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;]. Ia ingin mencairkan seluruh beban jiwanya dengan kehangatan air mata yang terbit dari samudera kasih sayang sang isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Isteri yang terbaik adalah isteri yang, membahagiakanmu saat kamu memandangnya, yang mematuhimu kalau kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya san hartamu bila kamu tidak ada disisinya.” &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda bahwa surga terletak dibawah kaki kaum Ibu. Maka apakah rumah tangga yang dibangun hari ini akan menjadi surga atau neraka, tergantung pada sang ibu rumah tangga. Rumah tangga akan menjadi surga apabila disitu dihiaskan kesabaran, kesetiaan dan kesucian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wahai wanita, ingatlah ayat-ayat Allah dan hikmah yang dibacakan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang dan Maha Mengetahui.” [QS 33 : 34]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, kelak bila perahu rumah tangga bertubrukan dengan kerikil tajam, bila impian remaja menjadi kenyataan yang pahit, bila bukit-bukit harapan diguncangkan gempa cobaan, tetaplah teguh disamping sang suami, tetaplah tersenyum walau langit semakin mendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah manusia paling mulia. Dan Aisyah, ia bercerita bagaimana Rasulullah SAW memuliakannya: “Di rumah, kata Aisyah, “Rasulullah melayani keperluan isterinya, memasak, menyapu lantai, memerah sesu dan memebrsihkan pakaian. Dia memanggil isterinya dengan gelaran yang baik”. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, ada bebarapa orang sahabat menemui Aisyah, memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah SAW. Aisyah sesaat tidak menjawab pertanyaan itu. Air matanya berderai kemudian dengan naafas panjang ia berkata: “Kaana Kullu Amrihi Ajaba…” [Ah…semua perilakunya indah]. Ketika didesak untuk menceritakan perilaku Rasul yang paling mempesona, Aisyah kemudian menceritakan bagaimana Rasul yang mulia di tengah malam bangun dan meminta ijin kepada Aisyah untuk shalat malam “Ijinkan aku beribadah kepada Rabb-ku” ujar Rasulullah SAW kepada Aisyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seandainya aku boleh memerintahkan kepada manusia bersujud kepada manusia lain, aku akan perintahkan para isteri untuk bersujud kepada suami mereka karena besarnya hak suami yang dianugerahkan Allah atas mereka.” [HR. Tirmidzi]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak isteri yang menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. Jarang terpikir oleh mereka bagaimana membahagiakan suami. Padahal cinta dan kasih sayang akan tumbuh dan subur dalam suasana “memberi” bukan “mengambil”. Cinta adalah “sharing” saling membagi. Cinta tidak akan diperoleh kalau yang ditebarkan adalah kebencian. Kasih sayang tidak akan dapat diraih bila yang disuburkan adalah dendam dan kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marie von Ebner Eschebach berkata:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Bila di dunia ini ada surga, surga itu adalah pernikahan yang bahagia tetapi bila di dunia ini ada neraka, neraka adalah pernikahan yang gagal”&lt;/i&gt;. Karena itulah Islam dengan penuh perhatian mengatur urusan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan tahun yang silam, di Padang Arafah, saat haji wada’ Rasulullah menyampaikan khotbah perpisahannya &amp; perhatikan apa yang diwasiatkannya pada waktu itu, &lt;i&gt;“Wahai manusia, takutlah kepada Allah dalam urusan wanita, Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai isteri dengan amanat Allah. Dia halal-kan kehormatan mereka dengan kalimat-Nya. Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas isterimu, dan isterimupun berhak atas kamu. Ketahuilah aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap isteri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk dirinya dan kamupun tidak memilih apa-apa dari diri mereka selain dari itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya kepada mereka”. [HR. Muslim dan Turmudzi]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dua dosa yang akan didahulukan Allah siksanya di dunia ini juga, yaitu: Al-bagyu dan durhaka kepada orang tua”. [HR. Turmudzi, Bukhari dan Thabrani]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-bagyu adalah berbuat sewenang-wenang, berbuat dzalim/aniaya terhadap orang lain. Al-bagyu yang paling dimurkai Allah adalah berbuat dzalim kepada isteri sendiri, yaitu menelantarkan isteri, menyakiti hatinya, merampas kehangatan cintanya, merendahkan kehormatannya, mengabaikan dalam mengambil keputusan, dan mencabut haknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup bersama-sama. Karena itulah Rasulullah mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dari cara ia bergaul dengan isterinya, Nabi yang mulia bersabda: &lt;i&gt;“Tidak akan memuliakan wanita kecualli laki-laki yang mulia, dan tidak akan merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah pula”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat perahu rumah tangga bertubrukan dengan kerikil tajam, impian remaja telah berganti menjadi kenyataan yang pahit, dan bukti-bukti harapan diguncangkan gempa cobaan, tidak ada yang paling menyejukkan sang suami selain pemandangan yang mengharukan. Ia bangun di malam hari, di dapatinya sang isteri tidak ada di sampingnya. Tetapi, kemudian ia dengar suara yang sangat dikenalnya. Diatas sajadah, diatas lantai yang dingin, ia menyaksikan seorang wanita bersujud. Suaranya bergetar. Ia memohon agar Allah menganugerahkan pertolongan bagi suaminya. Pada saat seperti itu sang suami akan mengangkat tangannya ke langit dan bersamaan tetes-tetes air matanya ia berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, karuniakan kepada kami isteri dan keturunan yang menentramkan hati kami, dan jadikanlah kami penghulu orang-orang yang bertaqwa”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Aisyah ra bercerita lama, setelah meninggalnya Khadijah ra. &lt;i&gt;“Hampir setiap kali Rasulullah akan keluar rumah, beliau meyebutkan nama Khadijah seraya memujinya. Sehingga pada suatu hari ketika beliau menyebutkan lagi, timbul rasa cemburuku dan kukatakan kepadanya, “Bukankah ia hanya seorang wanita yang sudah tua, sedangkan Allah telah memberi pengganti yang lebih baik dari dia?”&lt;/i&gt; Mendengar itu Rasulullah kelihatan sangat marah, sehingga bagian depan rambutnya bergetar karenanya. Lalu ia berkata, &lt;i&gt;“Tidak demi Allah! Aku tidak mendapat pengganti yang lebih baik dari dia…! Dia beriman kepadaku ketika orang lainn mendustakanku. Dia membantu dengan hartaku ketika tak seorangpun selain dia memberiku sesuatu dan Allah telah menganugerahkan keturunan daripadanya dan tidak dari isteri-isteriku yang lain” [Al Hadits]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Bila seorang wanita meninggal dunia, dan suaminya ridho sekali dengan tingkah lakunya semasa hidupnya, maka wanita itu masuk surga”&lt;/i&gt;. [HR. Turmudzi dan Ibnu Majah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin. Dan semoga shalawat seta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Hari ini dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji di hadapan kebesaran-Mu. Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami, bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu. Hindari kami dari orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YaAllah…&lt;br /&gt;Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Amiin… &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114197726539749950?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114197726539749950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114197726539749950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114197726539749950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114197726539749950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/03/risalah-nikah.html' title='Risalah Nikah'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23699886.post-114186843326682126</id><published>2006-03-09T08:35:00.000+07:00</published><updated>2006-03-09T10:26:06.566+07:00</updated><title type='text'>Proposal Nikah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga    Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan    nikmatNya kepada kita. Amin&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah    diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan    perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka,    sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha    Melihat segala sesuatu".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan    terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat    pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah,    hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah    berfirman : &lt;em&gt;"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan    yang    buruk lagi kotor"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Qs. Al Israa' : 32)&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh    amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan    maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya    pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi    kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin    kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja    belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga¡¨, begitu kata mereka,    padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar    agar tak berbuat maksiat. &lt;em&gt;Wallahu a'lam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang    cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan.    Setiap saya menulis peristiwa anak muda di  majalah Islam, pada saat yang    sama    terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah..    Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin    menyegerakan menikah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt;Dasar Pemikiran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Dari Al Qur¡¦an dan Al Hadits :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt; "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan      orang-orang      yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu      yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN      KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (QS. An      Nuur (24) : 32).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt;"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat      kebesaran Allah."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt;¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,      baik      dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang      tidak mereka ketahui¡¨&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Yaa Siin (36) :      36).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; &lt;em&gt;Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari      jenis      kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian      anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik&lt;/em&gt;      &lt;strong&gt;(Qs. An Nahl (16) : 72).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; &lt;em&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu      isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram      kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya      pada      yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir&lt;/em&gt;.      &lt;strong&gt;(Qs. Ar. Ruum (30) : 21).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt; Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka      (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh      (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,      menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan      diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;/em&gt;      &lt;strong&gt;(Qs. At Taubah (9) : 71).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; &lt;em&gt;Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah      menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian      Dia      kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (Qs. An      Nisaa (4) : 1)&lt;/strong&gt;.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt;Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk      wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski      yang melimpah (yaitu : Surga) &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An Nuur (24) : 26).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt; ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,      atau      empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah)      seorang saja..&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An Nisaa' (4) : 3).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi      perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu      ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan      barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat      kesesatan yang nyata.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Qs. Al Ahzaab (33) : 36).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt; Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:      "Nikah      itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.      Ibnu Majah,      dari Aisyah r.a.).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; &lt;em&gt;Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,      memakai wewangian, bersiwak dan menikah &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Tirmidzi).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Dari Aisyah, &lt;em&gt;"Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya      mereka      akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).      14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya      akan      timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang      menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi      Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.      Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya."&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.      Baihaqi).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; &lt;em&gt;Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya      ialah wanita shalihat.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu      Hibban      dan Hakim) :      a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.      b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.      c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; &lt;em&gt;"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah      ia      nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara."&lt;/em&gt;      &lt;strong&gt;(HR.      Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt; Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.      Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (HR. Abu      Dawud).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt; Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah      (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat      yang lain&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Abdurrazak dan Baihaqi)&lt;/strong&gt;.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; &lt;em&gt;Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik,      daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (HR. Ibnu Ady      dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)&lt;/strong&gt;.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak      menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah"&lt;strong&gt;      (HR.      Bukhari).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt; Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,      dan      kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup      membujang&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;em&gt; Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu      dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan      terhormat&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;(HR. Ibnu Majah,dhaif)&lt;/strong&gt;.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; &lt;em&gt;Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian      diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,      dan      menambah keluhuran mereka&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (Al Hadits).&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Pernikahan&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Mendapatkan cinta dan kasih sayang.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari      perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan      kekeluargaan) &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt;Kesiapan Pribadi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah.      Rasulullah SAW. bersabda : ¡§Man Jadda Wa Jadda¡¨ (Siapa yang bersungguh-sungguh      pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Termasuk  tathhir (mensucikan diri).   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Secara materi, Insya Allah siap. ¡§Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah      menurut kemampuannya¡¨  (Qs. At Thalaq (65) : 7) &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt;Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;" type="square"&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan      dan      kasih sayang bagi orang yang menikah.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban      menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.      Rasulullah SAW. bersabda:&lt;em&gt; "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,      janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi      mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (HR. Ahmad)&lt;/strong&gt; dan      "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari      besi      lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya"&lt;strong&gt;      (HR. Thabrani      dan Baihaqi)&lt;/strong&gt;.. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai    berikut ini :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir,      DR, SE, SH, ST, dsb   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan      tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan      yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha      Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari  manusia      (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada      apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru      dengan      menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat      menyelesaikan kuliah. &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt;Memperbaiki Niat :&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;em&gt;Innamal a'malu binniyat.......&lt;/em&gt; Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan    pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya,    baik secara segera maupun ditangguhkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt; Niat Ketika Memilih Pendamping&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Rasulullah bersabda &lt;em&gt;"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau    akan    kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah    pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena    kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang    menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa    yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan    padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan    nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi    barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Thabrani).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;em&gt;"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan    itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin    saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita    karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk    wajahnya adalah lebih utama".&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ibnu Majah).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;em&gt;Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab    (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Al    Hadits)&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;em&gt;Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ¡§Sesungguhnya    perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan    kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Muslim    dan Tirmidzi).&lt;/strong&gt;    Niat dalam Proses Pernikahan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai    berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi    mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari    dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'.    &lt;em&gt;"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai    pemberian dengan penuh kerelaan."&lt;/em&gt;(Qs. An Nisaa (4) : 4). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Rasulullah SAW bersabda : &lt;em&gt;"Wanita yang paling agung barakahnya, adalah    yang paling ringan    maharnya"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang    shahih)&lt;/strong&gt;. Dari    Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, &lt;em&gt;"Sesungguhnya berkah    nikah    yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR.    Ahmad)&lt;/strong&gt;. Nabi SAW    pernah berjanji : &lt;em&gt;"Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau    lelaki    itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan    menjadi wali pernikahannya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ashhabus Sunan)&lt;/strong&gt;.    Dari Anas, dia berkata :    " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya"    &lt;strong&gt;(Ditakhrij    dari An Nasa'i&lt;/strong&gt;)..Subhanallah..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt; Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan    mudah    insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan    bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori    niat.&lt;em&gt; "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing."&lt;/em&gt;    &lt;strong&gt;(HR. Bukhari dan    Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Pernikahan haruslah memenuhi kriteria &lt;em&gt;Lillah, Billah, dan Ilallah&lt;/em&gt;.    Yang dimaksud    &lt;strong&gt;Lillah&lt;/strong&gt;, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan    caranya harus    &lt;strong&gt;Billah&lt;/strong&gt;, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya    dalam pemilihan    calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau    tidak). Terakhir &lt;strong&gt;Ilallah&lt;/strong&gt;, tujuannya dalam rangka menggapai    keridhoan Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya    :    adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak    makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini    yang    harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian),    Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a :    &lt;em&gt;Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.&lt;/em&gt;.    (Semoga    Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak    bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("&lt;em&gt;Dan    janganlah    bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" &lt;/em&gt;-    Qs. Al Ahzab    (33),&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt;Meraih Pernikahan Ruhani&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka    ia    akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis,    seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang    sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena    itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan    hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling    mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk    Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah.    Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis,    melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah,    kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani.    KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH    UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS  PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;em&gt;"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang    dihalalkan    oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka    kepada orang-orang yang melampaui batas." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Al Maidaah    (5) : 87).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;em&gt; Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya    sesudah kesulitan itu ada kemudahan&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Qs. Alam Nasyrah (94) : 5-    6 )&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai    atas    nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat    berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari    Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira".    "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan    jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku    menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau    segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN    UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt; ==================================== &lt;em&gt;&lt;br /&gt; Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati"    ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu,    kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu..    Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani    panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu     tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."&lt;br /&gt; &lt;/em&gt; ====================================&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;strong&gt;Maraji / Referensi :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt;Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta,      Mitra Pustaka.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta,      Gema      Insani Press.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet.      1,      Jakarta, Studia Press.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan,      1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta,      Gema Insani Press   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta,      Gema Insani Press.   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="domon"&gt; Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th.      2      31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar. &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="domon"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Sumber : &lt;a class="kagerou" href="http://www.dudung.net/" target="_blank"&gt;www.dudung.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23699886-114186843326682126?l=pernikahan-islami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/feeds/114186843326682126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23699886&amp;postID=114186843326682126' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114186843326682126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23699886/posts/default/114186843326682126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pernikahan-islami.blogspot.com/2006/03/proposal-nikah.html' title='Proposal Nikah'/><author><name>Dion Cecep Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17526362758197753113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://i49.photobucket.com/albums/f290/dioncecepsupriadi/Cecep1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
